Resep Membuat Nastar



 Nastar adalah salah satu kue kering yang paling dicari dan wajib hadir saat perayaan hari besar. Memiliki tekstur renyah di luar, lembut dan lumer saat dikunyah, serta dipadukan dengan isian selai nanas yang manis asam segar, membuat kue ini selalu menjadi favorit keluarga.

Membuat nastar yang sempurna tidaklah sulit jika Anda memahami kunci utamanya, yaitu rasio bahan, teknik pengolahan adonan, dan pengaturan suhu oven yang tepat.

Bahan-Bahan Utama

Untuk menghasilkan sekitar 3–4 toples nastar (sekitar 1 kg total kue kering), berikut adalah bahan-bahan terukur yang Anda butuhkan:

1. Bahan Isian Selai Nanas

 * Nanas segar: 2 buah (pilih nanas Palembang atau nanas bogor yang masak, kurang lebih 1,5 kg sebelum dikupas)

 * Gula pasir: 150–200 gram (sesuai tingkat kemanisan nanas)

 * Kayu manis: 2 batang (sekitar 5 cm)

 * Cengkih: 5–7 butir

 * Garam: 1/2 sendok teh

 * Air jeruk nipis/lemon: 1 sendok makan (opsional, untuk memperkuat rasa segar)

2. Bahan Adonan Kulit Nastar

 * Tepung terigu protein rendah (seperti Kunci Biru): 350 gram

 * Tepung maizena: 50 gram

 * Susu bubuk full cream: 50 gram

 * Mentega/Butter (seperti Wijsman, Anchor, atau Elle & Vire): 150 gram

 * Margarin (seperti Blue Band): 100 gram

 * Gula halus (diayak): 80 gram

 * Kuning telur: 2 butir (suhu ruang)

 * Keju edam/parmesan parut: 50 gram (opsional, untuk menambah aroma gurih)

3. Bahan Olesan (Bahan Polesan)

 * Kuning telur: 2 butir

 * Minyak goreng/sayur: 1 sendok makan

 * Susu kental manis atau susu cair: 1 sendok teh

 * Pewarna kuning telur: 1-2 tetes (opsional, untuk warna lebih menyala)

Langkah-Langkah Pembuatan

Tahap 1: Memasak Selai Nanas

Selai nanas yang baik harus memiliki konsistensi yang padat, kering (tidak berair), namun tetap lembap agar tidak membuat nastar pecah saat dipanggang.

 * Persiapan Nanas: Kupas nanas, bersihkan mata nanas, lalu cuci bersih. Parut nanas menggunakan parutan keju atau parutan kelapa manual. Hindari memblender nanas dengan air karena akan membuat seratnya hancur dan membutuhkan waktu masak yang sangat lama.

 * Memasak Awal: Masukkan parutan nanas beserta air alami yang keluar ke dalam wajan anti lengket (teflon) atau wajan stainless steel tebal. Tambahkan kayu manis dan cengkih.

 * Mengeringkan Air: Masak dengan api sedang cenderung kecil hingga air nanas menyusut dan menguap habis.

 * Penambahan Gula: Setelah airnya habis dan nanas mulai menebal, masukkan gula pasir dan garam. Catatan penting: Jangan memasukkan gula saat air nanas masih banyak, karena gula bisa terkaramelisasi terlalu cepat dan membuat selai menjadi keras.

 * Penumpukan dan Karamelisasi: Aduk terus menggunakan spatula kayu dengan api kecil. Nanas akan berubah warna menjadi kuning kecokelatan dan mengkilap.

 * Penyelesaian: Setelah selai terasa meletup-letup, lengket, dan dapat dibentuk, angkat dan dinginkan.

 * Pembentukan: Ambil sedikit selai, pulung/bulatkan menjadi bola-bola kecil seberat sekitar 3–4 gram. Sisihkan di piring atau wadah kedap udara.

Tahap 2: Membuat Adonan Kulit Nastar

 * Pengocokan Lemak dan Gula:

   * Masukkan mentega (butter), margarin, dan gula halus yang sudah diayak ke dalam mangkuk adonan besar.

   * Kocok menggunakan mikser dengan kecepatan rendah selama cukup 1–2 menit saja.

   * Peringatan: Pengocokan mentega dan margarin yang terlalu lama akan membuat lemak mencair berlebihan, sehingga adonan nastar menjadi lebar dan meleber saat dipanggang.

 * Penambahan Telur:

   * Masukkan kuning telur satu per satu sambil terus dikocok dengan kecepatan rendah hingga tercampur rata (sekitar 30 detik). Matikan mikser.

 * Penggabungan Bahan Kering:

   * Campur dan ayak tepung terigu, tepung maizena, dan susu bubuk.

   * Masukkan bahan kering secara bertahap ke dalam adonan basah. Jika menggunakan keju parut, masukkan juga pada tahap ini.

   * Aduk menggunakan spatula kayu atau dough scraper dengan metode lipat hingga adonan rata dan bisa dipulung. Hindari menguleni adonan menggunakan tangan secara langsung dan berlebihan karena panas tubuh dari tangan dapat mencairkan kandungan lemak pada mentega.

Tahap 3: Pembentukan Nastar

 * Ambil adonan kulit nastar seberat kurang lebih 7–8 gram (atau gunakan sendok takar agar ukurannya seragam).

 * Pipihkan adonan di telapak tangan, buat bagian tengahnya sedikit lebih tebal dibanding bagian pinggirnya.

 * Letakkan 1 bola selai nanas di tengah adonan kulit.

 * Tutup adonan hingga merapat sepenuhnya dan gulung perlahan menggunakan dua telapak tangan hingga membentuk bola yang mulus tanpa retakan.

 * Susun nastar di atas loyang yang sudah diolesi sedikit margarin atau dilapisi kertas roti (baking paper). Beri jarak sekitar 1–2 cm antar kue.

Tahap 4: Proses Pemanggangan dan Pengolesan

Proses pemanggangan dilakukan dua kali untuk mendapatkan permukaan nastar yang glowing, mulus, dan tidak pecah.

 * Pemanggangan Pertama:

   * Panaskan oven terlebih dahulu pada suhu 140°C–150°C selama 10–15 menit.

   * Masukkan loyang berisi nastar dan panggang selama 15–20 menit hingga nastar setengah matang dan permukaannya terlihat kokoh serta mengering.

   * Keluarkan loyang dari oven dan biarkan nastar benar-benar dingin di suhu ruang.

 * Membuat Campuran Olesan:

   * Dalam wadah kecil, aduk rata kuning telur, minyak goreng, dan susu kental manis hingga menyatu sempurna. Saring jika perlu untuk menghilangkan gumpalan.

 * Proses Pengolesan:

   * Olesi permukaan nastar yang sudah dingin dengan bahan olesan menggunakan kuas lembut berbahan silikon atau bulu halus.

   * Untuk hasil kilap maksimal (kinclong), lakukan pengolesan sebanyak 2–3 kali. Beri jeda 2 menit antar setiap lapisan agar lapisan pertama agak mengering terlebih dahulu sebelum dioles kembali.

 * Pemanggangan Kedua:

   * Masukkan kembali loyang ke dalam oven.

   * Panggang dengan suhu rendah (sekitar 120°C–130°C) menggunakan api atas-bawah selama 10–15 menit, atau sampai bahan olesan berubah warna menjadi kuning keemasan yang cantik.

   * Angkat dan dinginkan di atas rak kawat (wire rack).

Tips Kunci Nastar Lembut dan Glowing

| Masalah | Penyebab Utama | Solusi / Pencegahan |

|---|---|---|

| Nastar meleber / pipih | Pengocokan mentega terlalu lama; penggunaan api terlalu panas. | Mikser mentega cukup 1-2 menit saja; gunakan suhu oven rendah. |

| Permukaan nastar retak | Adonan diuleni pakai tangan terlalu lama; selai terlalu basah; olesan dioles sebelum oven pertama. | Gunakan spatula untuk mengaduk; masak selai hingga benar-benar kering; olesi hanya saat kue setengah matang. |

| Nastar cepat berjamur | Selai nanas masih terlalu lembap/air belum menguap sempurna. | Masak selai hingga gelap, lengket, dan bisa dipulung padat. |

| Tampilan kusam/tidak kilap | Olesan hanya 1 kali atau campuran telur terlalu kental. | Tambahkan sedikit minyak pada kuning telur dan oles minimal 2 kali. |

Penyimpanan dan Penyajian

 * Pastikan nastar benar-benar dingin sebelum dimasukkan ke dalam toples. Memasukkan nastar hangat ke dalam wadah tertutup akan memicu embun air yang membuat kue cepat berjamur dan melempem.

 * Tata nastar dengan rapi di dalam toples kedap udara. Berikan alas kertas roti atau paper cup mini jika ingin tampilan yang lebih cantik.

 * Simpan di tempat yang sejuk, kering, dan terhindar dari paparan sinar matahari langsung. Nastar yang dibuat dengan selai berkualitas dan pemanggangan yang tepat mampu bertahan hingga 1–2 bulan tanpa bahan pengawet.

Menurut saya, nastar ini lumer di mulut. Saya buat kemarin selainya saya buat sendiri dari nanas segar, jadi tidak terlalu manis. Suami bilang enak. Tips saya, oles kuning telurnya 2 kali biar warnanya cantik mengkilap.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Resep nasi goreng

Cara Memasak Rendang Khas Minang

Resep buat panada